Showing posts with label Matkul. Show all posts
Showing posts with label Matkul. Show all posts

Wednesday, February 22, 2012

0 KALKULATOR SEDERHANA (VB6)

2/22/2012 02:30:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
Bismillah Hirohmannirohim.....
Newbie mau berbagi nih soal Visual Basic 6, sesuai judul di atas ane mau coba buat program sederhana yaitu kalkulator dari vb6,tak usah buanyak omong langsung ja..!!
Buat seperti gambar berikut !!


Propertiesnya !!




SourceCodenya !!


Private Sub cmdbagi_Click()
txthasil.Text = Val(txtnilai1.Text) / Val(txtnilai2.Text)
End Sub
Private Sub cmdhapus_Click()
txthasil.Text = Clear
txtnilai1.Text = Clear
txtnilai2.Text = Clear
End Sub
Private Sub cmdkali_Click()
txthasil.Text = Val(txtnilai1.Text) * Val(txtnilai2.Text)
End Sub
Private Sub cmdkeluar_Click()
End
End Sub
Private Sub cmdkurang_Click()
txthasil.Text = Val(txtnilai1.Text) - Val(txtnilai2.Text)
End Sub
Private Sub cmdtambah_Click()
txthasil.Text = Val(txtnilai1.Text) + Val(txtnilai2.Text)
End Sub



Coba anda Compile, taraaaaaaaaa....suksesssssssss
tutor by www.flyblinkz.tk








Read More »

Thursday, December 15, 2011

1 BELAJAR DFD

12/15/2011 01:52:00 AM Under From Unknown
[1 Comment]

Belajar Data Flow Diagram

Data Flow Diagram atau Diagram Arus Data emg asing bagi temen2 yang udah biasa pake UML , itu juga yang saya rasakan pertama kali waktu ngeliat Diagram2nya DFD, wuuuiiihhh apa maksudnya ini semua. Sebenernya DFD jauh lebih simpel daripada UML, tapi karena memang ketersediaan buku atau source yang terbatas , jadi rada susah mempelajarinya. Biar gampang tanamkan di otak kita bahwa DFD itu gampang, hehe. Nah di dalam pembahasan DFD ini saya ga akan lagi ngejelasin simbol2 DFD males uploadnya, langsung aja inti2nya.

Inti dari DFD
DFD itu dasarnya IPO, Input --> Proses --> Output. konsep IPO ini berlaku di semua level DFD
nputannya bisa dari Entitas atau dari Data Store, begitu juga outputannya bisa ke Entitas atau ke Data Store. Intputan dan Outputan berupa data yang bisa kita kelompokkan.
ex: Data Input Mahasiswa = NIM, Nama Mahasiswa, Alamat, No Tlp, dll

tidak ada acuan umum untuk penggambaran DFD hanya ada beberapa aturan yang harus diperhatikan:
- Jangan menghubungkan langsung antara satu data store dengan data store lainnya (harus melalui proses).
- Jangan menghubungkan langsung antara data store dengan entitas (harus melalui proses), atau sebaliknya.
- Jangan membuat suatuproses menerima input tetapi tidak pernah mengeluarkan output yang disebut dengan istilah “black hole”.
- Jangan membuat suatu data store menerima input tetapi tidak pernah digunakan untuk proses (data yang di input tidak pernah dipakai atau di outputkan ke proses).
- Jangan membuat suatu hasil proses yang lengkap dengan data yang terbatas yang disebut dengan istilah “magic process”.
- Jika terdapat entitas yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit (mencegah penibanan garis arus data), dengan memberikan tanda asterik ( * ) atau garis silang ( / ) sesuai dengan jumlah duplikatnya, begitu juga dengan data store.
- arus data ke proses dan keluar sebagai output keterangannya harus berbeda.

Breakdown DFD
Konsep dari Breakdown adalah seperti Zoom In, jadi kita membuat gambaran lebih detail terhadap suatu proses yang didalamnya terdapat beberapa proses.



Pada saat melakukan Breakdown atau penaikan level misal dari 0 ke 1 ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Asal input dan tujuan output pada level n dan level n+1 haruslah sama. seperti pada gambar

2. Jumlah arus data (input dan output) dari asal dan ke tujuan pada level n dan level n+1 haruslah sama. "A" dan "B" merupakan arus data yang sama dengan level sebelumnya, sedangkan "C" dan "D" merupakan arus data yang berada di dalam proses level sebelumnya kemudian digambarkan secara lebih detail.

sumber:http://barsyahdwi.blogspot.com
Read More »

Sunday, November 6, 2011

0 Konfirmasi Keluar Program

11/06/2011 02:08:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
wah udah lama nie ngga ngoding vb6 lagi..biasa urusan kuliah setumpuk...
looh ko curhat sih..hehe. Langsung za ane mao bagi coding komfirmasi jika ingin keluar program..cekdizout..


di atas adalah gambar program anda, terserah mao program apa za deh..

nah jika anda ingin keluar dari program anda, mengklik tanda x di pojok kanan maka seperti gambar di bawah yang muncul...
nih coding nya...
Private Sub Form_QueryUnload(Cancel As Integer, UnloadMode As Integer)
Dim Jawab As Integer
   Jawab = MsgBox("Anda yakin akan keluar dari program?", vbQuestion + vbYesNo, "Konfirmasi Keluar")
   If Jawab = vbNo Then Cancel = 1
End Sub



Read More »

Thursday, October 27, 2011

0 Aneka Kreasi Animasi Dengan Adobe Flash CS3

10/27/2011 12:55:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
Judul Ebook : Aneka Kreasi Animasi Dengan Adobe Flash CS3 (27 hal)
Penerbit : -
Besar File : 553 kb >>DOWNLOAD<<
Read More »

0 Design Grafis Menggunakan Macromedia Freehand 9

10/27/2011 12:34:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
Judul Buku : Design Grafis Menggunakan Macromedia Freehand 9 (133 hal)
Penerbit : -
Besar File : 1,3 MB
Keterangan : Buat kamu yang ingin belajar Macromedia Freehand 9 >>download<<

Read More »

Tuesday, October 25, 2011

0 Pengantar Multimedia #1

10/25/2011 08:57:00 PM Under From Unknown
[0 Comment]

Read More »

0 Belajar Corel Draw X3

10/25/2011 07:58:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]

Judul Buku : Belajar Corel Draw X3 (67 hal)
Penerbit : -
Besar File: 1,2 MB

DOWNLOAD
Read More »

Monday, October 24, 2011

0 Menguak Rahasia Corel Draw 12

10/24/2011 08:56:00 PM Under From Unknown
[0 Comment]
Judul Buku : Menguak Rahasia Corel Draw 12 (85 hal)
Penerbit : -
Besar File : 5,9 MB
Keterangan : Tip dan trik design 3D dengan Corel Draw 12
DOWNLOAD
Read More »

0 Special Windows XP

10/24/2011 05:16:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
Judul Buku : Chip Special Windows XP (123 hal)
Penerbit : Majalah Chip
Besar File : 15,7 MB
Keterangan : Di dalam buku ini terdapat tips dan trik Windows XP, rahasia command line Windows dll.
DOWNLOAD
Read More »

Sunday, October 16, 2011

0 CONTOH SKRIPSI

10/16/2011 02:43:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
saya hanya ingin berbagi tentang contoh skripsi All pasword is Xbejamz :
File nanti terdiri dari
1. Bab 1 - Bab Kelar (hehehe)
2. Source Code na .. (Pastinya)
3. Proposal hingga bahan / materi referensinya !!

  1. Sistem Informasi Perparkiran 
  2. Penyederhanaan Fungsi Boolean dengan Metode Quine-Mc-Cluskey 
  3. Skripsi Akuntansi
  4. Skripsi TI Dengan 4 Judul
  5. Pendidikan Matematika 
  6. Kimia 
  7. Pendidikan (Bahasa Inggris)
  8. Hukum 
  9. Ekonomi pembangunan
  10. IT Governance 
  11. Manajemen Pemasaran 
  12. Pendidikan Biologi
  13. Pendidikan Tehnik Elektro
  14. Ilmu Komunikasi 
  15. Jaringan Komputer  
  16. SUMBER
Read More »

Thursday, October 13, 2011

0 Microsoft Mathematics 4.0

10/13/2011 05:20:00 PM Under From Unknown
[0 Comment]

Microsoft Mathematics 4.0 adalah software freeware dari Microsoft dima mempunyai fungsi sebagai alat penghitung, tidak seperti kalkulator biasa fiturnya cukup lengkap mulai dari trigonometri, integral, limit fungsi, turunan dan masih banyak lagi. dan patut di coba.
silahkan ambil di : Microsoft Mathematics (32 Bit)
                           Mirror Microsoft Mathematics (32 Bit)
                            Microsoft Mathematics (64 Bit)
untuk Netframework win xp dan di bawahnya, Netdramework 3.5 SP 1 harus terinstal dulu. sedangkan untuk vista dan 7 coba instal dulu Net 3.5 SP1 jika tidak bisa anda membutuhkan Net 3.5 SP1 FULL

Read More »

0 Adobe Photosop CS5 Extended

10/13/2011 04:48:00 PM Under From Unknown
[0 Comment]
Adobe Photosop CS5 Extended ( Full Plug-in ) Portable | 382.3 MB


Feature Plug-in :

Topaz Bundle:
Adjust 4.1.0, Simplify 3.0.2, DeNoise 5.0.1, Detail 2.0.5, Clean 3.0.2, ReMask 2.0.5 e DeJPEG 4.0.2.

Onone Plugins:
PhotoFrame Pro 3.1.1, PhotoTools 1.03, FocalPoint 1.0, Genuine Fractals Pro 5.04, Intellihance Pro 4.2.1, Mask Pro 4.1.2 e PhotoTune 2.2.

PhotoWiz Bundle:
LightMachine 1.05, FocalBlade 2.01,ContrastMaster 1.05, ColorWasher 2.05 e BW Styler 1.05.

Alien Skin Bundle:
Xenofex 2.12, Snap Art 1.0, Image Doctor 1.0, Eye Candy Textures 5.1, Eye Candy Nature 5.1, Eye Candy Impact 5.1, Exposure 1.0 e Blow Up 1.0.

Nik Software:
Color Efex Pro 3.0, Dfine 2.0, Sharpener Pro 3.0, Silver Efex Pro e Viveza.

41 Free Xero plugins, 37 brushes and Camera Raw v6.2 update.

sedot disini dan disini
Read More »

Thursday, September 29, 2011

0 Membuat kabel UTP,Set IP,Sharing File

9/29/2011 02:22:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
Anda tinggal beli kabel UTP (category 5 atau 5e) dan sepasang connector RJ 45 (Registered Jack 45). Selain itu diperlukan tang UTP atau ada yang menyebut tang crimping. Kabel UTP bisa memakai merk AMP atau Belden, tapi hati-hati karena di pasaran juga beredar produk palsu. Harga per meter sekitar 3000 rupiah. Sedangkan harga RJ-45 per bijinya sekitar 1500 rupiah. Sedangkan tang crimping harganya sekitar 50 ribu rupiah (kalau dirasa kemahalan bisa pinjam dari teman ).
Sekarang mari kita bahas susunan kabel yang digunakan. Untuk menghubungkan 2 komputer atau laptop diperlukan susunan kabel Cross-Over (atau Cross) sebagai berikut:
Ujung I :
P/O – O – P/H – B – P/B – H – P/C – C.
Ujung II :
P/H – H – P/O – B – P/B – O – P/C – C
Keterangan: P/O = Putih Orange. O = Orange. P/H = Putih Hijau. B = Biru. P/B = Putih Biru. H = Hijau. P/C = Putih Coklat. C = Coklat.
Bisa anda lihat, sebenarnya yang dipakai hanyalah 4 jalur saja yakni jalur 1,2,3,6. Jalur 1,2 dipakai untuk transmit/kirim; sedangkan jalur 3,6 dipakai untuk receive/terima.
Setelah anda mengatur urutan kabel sesuai dengan susunan tersebut, selanjutnya rapikan ujungnya (bisa dengan gunting atau tang crimping) dan masukkan ke dalam connector RJ 45. Perhatikan saat memasukkan kabel, posisi kaitan (hook) pada connector RJ 45 harus berada di bawah. Usahakan ada sedikit bagian dari kulit kabel UTP yang ikut masuk ke connector RJ 45 (supaya lebih kuat, tidak mudah goyang). Setelah itu jepitlah ujung connector menggunakan tang crimping (proses terminasi).
Setelah kedua ujung kabel di-terminasi, selanjutnya tancapkan masing-masing ujung ke port LAN card yang ada di PC atau notebook. Langkah berikutnya adalah melakukan setting IP Address.

Setting Alamat IP (IP Address)
Buka menu Control Panel Windows anda (Start > Control Panel). Lalu pilih icon Network Connections. Setelah itu pilih Local Area Connection (klik-kanan > Properties). Lalu pilih Internet Protocol (TCP/IP), dan tekan tombol Properties.
 Di bagian IP Address, masukkan: 192.168.1.1. Lalu tekan TAB, otomatis Subnet Mask akan berisi 255.255.255.0. Sedangkan untuk komputer pasangannya, berikan IP Address 192.168.1.2. IP Address yang berada dalam range 192.168.0.0 – 192.168.255.255 umum digunakan dalam private network atau Local Area Network (LAN). Jadi, anda bisa saja memberikan alamat 192.168.2.1 dan 192.168.2.10 pada dua komputer yang anda hubungkan. Asalkan masih dalam satu segmen, maka masih bisa saling mengenal. Untuk mengetahui apakah komputer berada dalam satu segmen – bisa dilihat dari 3 angka awal diantara titik (192.168.2). Sehingga anda tidak boleh memberikan alamat yang berbeda segmen, misal 192.168.1.1 dengan 192.168.2.2. Pada jaringan yang besar, dimana terdapat beberapa segmen jaringan, dibutuhkan sebuah router untuk menjembatani antar segmen sehingga bisa saling berhubungan.
Berbagi file (File sharing)
Misalkan komputer dengan nama (hostname) SBY dan IP Address 192.168.1.1 memiliki sebuah folder bernama DATA yang berisi kumpulan MP3 dan dokumen Word dan Excel, hendak dibagi pakai dengan komputer BOEDIONO (IP Address 192.168.1.2), maka langkah-langkahnya adalah:
1. Di komputer SBY, masuk ke My Computer atau Windows Explorer
2. Cari folder bernama DATA, lalu klik kanan di folder tersebut
3. Pilih Sharing and Security
4. Jika muncul kotak dialog Network sharing and security, maka klik tulisan “If you understand the security risks… bla.. bla.. bla..” lalu pilih “Just enable file sharing”
5. Klik “Share this folder on the network”
6. Beri nama (share name), misal: DATA
7. Klik tombol OK. Selesai.
Selanjutnya, dari komputer BOEDIONO jika ingin mengakses isi folder DATA yang ada di komputer SBY: Buka Windows Explorer, lalu di Address Bar ketikkan \\SBY maka akan tampil folder DATA. Jika tidak berhasil, maka ketikkan IP Address komputer SBY (\\192.168.1.1).
Berbagi printer (Printer sharing)
Demikian juga untuk printer sharing, langkahnya:
1. Di komputer SBY, masuk ke Control Panel > Printers and Faxes
2. Pilih printer yang hendak dishare. Klik kanan dan pilih Sharing…
3. Lalu pilih Share this printer, dan berikan share name
Kemudian dari komputer BOEDIONO: Buka Windows Explorer, lalu di Address Bar ketikkan \\SBY. Jika tidak berhasil, maka ketikkan IP Address komputer SBY (\\192.168.1.1). Maka akan tampil nama printer yang sudah dishare tadi. Klik-kanan di printer tersebut lalu pilih Connect. Jika muncul pertanyaan, tekan tombol Yes.


.
Read More »

Wednesday, September 28, 2011

0 Alamat IP dan SUBNETTING

9/28/2011 05:05:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
Kita akan coba membahas cara mengkonfigurasi IP routing pada sebuah router, bagaimana membagi-bagi alamat IP atau sering dikenal dengan SUBNETTING, dan bagaimana mengkonfigurasi alamat IP pada tiap-tiap interface router dengan sebuah subnet yang unik.

Sebelum melanjutkan ke materi, berikut istilah-istilah yang akan sering digunakan

Address—Nomor ID unik yang di set pada sebuah host atau interface pada sebuah jaringan.
Subnet— Porsi/blok IP yang merupakan bagian dari jaringan (network sharing).
Subnet mask—Kombinasi 32-bit, digunakan untuk mengilustrasikan porsi dari sebuah alamat yang merefer pada subnet dan bagian/porsi yang merefer pada host.
Interface—Sebuah koneksi jaringan (antarmuka).

Sebuah alamat IP adalah sebuah alamat yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah perangkat secara unik pada sebuah jaringan IP. Alamat IP terdiri dari 32 bit binary yang terdiri dari porsi network dan porsi host dengan bantuan dari sebuah “subnet mask”. 32 bit binary terbagi dalam 4 octet (1 octet = 8 bit). Masing-masing octet dikonversi menjadi ”decimal” dan dipisahkan dengan tanda titik (dot). Dengan demikian, sebuah alamat IP dinyatakan dalam format ”dotted decimal” (contoh, 172.16.81.100). Nilai dari masing-masing octet berkisar antara 0 sampai 255 dalam “decimal”, atau 00000000 - 11111111 dalam “binary”.

Berikut bagaimana ”octet binary” dikonversi ke ”decimal”: Bit paling kanan dari sebuah octet memiliki nilai 20. Bit disebelah kirinya memiliki nilai 21. dan seterusnya sampai bit paling kiri yang miliki nilai 27. Jadi jika semua bit bernilai 1, nilai ”decimal”-nya menjadi 255 sebagai berikut :

1 1 1 1 1 1 1 1
128 64 32 16 8 4 2 1 (128+64+32+16+8+4+2+1=255)

Berikut contoh sederhana konversi sebuah octect jika tidak semua bit bernilai 1.

0 1 0 0 0 0 0 1
0 64 0 0 0 0 0 1 (0+64+0+0+0+0+0+1=65)

Dan berikut contoh sebuah alamat IP dengan ”binary” dan “decimal”-nya.

10. 1. 23. 19 (decimal)
00001010.00000001.00010111.00010011 (binary)

Octet - octect ini dibagi-dibagi untuk menyediakan sebuah skema pengalamatan yang dapat mengakomodasi jaringan kecil maupun besar. Terdapat 5 kelas/class jaringan yang berbeda, yaitu class A sampai class E. Kita akan membahas hanya pengalamatan jaringan class A sampai C saja, sedangkan class D dan E diluar ruang lingkup pembahasan.

Figure 1 menunjukkan class jaringan A sampai E dan range alamat IP dari masing-masing class.














Dalam sebuah alamat Class A, octet pertama adalah porsi jaringan/network, jadi contoh Class A dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 1.0.0.0 - 127.255.255.255. Octet 2, 3, dan 4 (24 bit berikutnya) adalah untuk pengaturan dan pembagian jaringan ke dalam “subnet dan host”. Pengalamatan Class A digunakan untuk jaringan yang memiliki lebih dari 65.536 host (sebenarnya sampai 16777214 host!).
Dalam sebuah alamat Class B, octet kedua adalah porsi jaringan/network, jadi contoh Class B dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 128.0.0.0 - 191.255.255.255. Octet 3 dan 4 (16 bit) adalah untuk lokal “subnet” dan “host”. Pengalamatan Class B digunakan untuk jaringan yang memiliki jumlah host antara 256 dan 65534.
Dalam sebuah alamat Class C, octet ketiga adalah porsi jaringan/network, contoh Class C dalam Figure 1 mempunyai alamat jaringan utama 192.0.0.0 - 233.255.255.255. Octet 4 (8 bit) adalah untuk lokal “subnet” dan “host”. Cocok untuk jaringan dengan jumlah host kurang dari 254.
sumber
Read More »

Tuesday, September 27, 2011

0 PC menyapamu saat LOGIN

9/27/2011 05:43:00 PM Under From Unknown
[0 Comment]
1. Buka Notepad
2. copy code vbscript berikut ke notepad :

Code:
Dim speaks, speech, salam , username
username = CreateObject("WScript.Network").Username
If Hour(Time) < 12 Then salam = "Good morning" ElseIf Hour(Time) < 20 Then salam = "Good afternoon" Else salam = "Good night" End If speaks = salam + " " + Username + "! Welcome back to your computer! Have a nice work!" Set speech = CreateObject("sapi.spvoice") speech.Speak speaks

3. save file berikut jadi "welcome.vbs"
4. copy file tersebut ke :
Windows Vista & 7 -> "C:\Users\{username}\AppData\Roaming\Microsoft \Win dows\Start Menu\Programs\Startup"

Windows XP -> C:\Documents and Settings\{username}\Start Menu\ atau C:\Documents and Settings\All Users\Start Menu\Programs\Startup
untuk dengerin suaranya ga perlu reboot kompi agan, cukup klik 2x file nya..
sumber
Read More »

Monday, September 26, 2011

0 program scanner dengan pascal

9/26/2011 04:13:00 PM Under From Unknown
[0 Comment]
Listing Program
program Scan;
Uses crt;
Var
x : text;
y : Char;
token,Ttoken : String;

procedure input;
begin
read(x,y);
end;
procedure output;
begin
writeln(token:10,' ',Ttoken);
end;
procedure scan;
begin
clrscr;
assign(x,'contoh.txt');
reset(x);
repeat
input;
if (y in['A'..'Z','a'..'z']) then
begin
repeat
begin
token := token + y;
input;
end;
until (not(y in['A'..'Z','a'..'z']));
Ttoken := 'Tpengenal';
if token = 'Mulai' then
Ttoken := 'Tmulai';
if token = 'Jika' then
Ttoken:='Tjika';
if token='maka' then
Ttoken := 'Tmaka';
if token = 'div' then
Ttoken := 'Tdiv';
if token ='Beda' then
Ttoken := 'Tbeda';
if token ='mod' then
Ttoken :='Tmod';
if token = 'Selesai' then
Ttoken := 'Tselesai';
output;
token := '';
end;
if (y in['0'..'9']) then
begin
repeat
begin
token := token + y;
input;
end;
until (not(y in['0'..'9']));
Ttoken := 'Tbulat';
output;
token := '';
end;
if (y in[':','=',';','.']) then
begin
repeat
begin
token := token + y;
input;
end;
until (not(y in[':','=',';','.']));
if token =':=' then
Ttoken := 'Tmasuk';
if token ='=' then
Ttoken := 'Tsama';
if token ='.' then
Ttoken := 'Ttitik';
if token =';' then
Ttoken := 'Ttkoma';
output;
token := '';
end;

until y = '#';
end;
begin
scan;
readln;
end.

sumber
tinggalin coment ya...
Read More »

0 Konversi Suhu

9/26/2011 06:08:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
Program Konversi_Suhu;
Uses WinCrt;

var f,c,r : real;
a,ul : char;

procedure farein_celcius;
begin
Writeln('Program Konversi Fareinheit Ke Celcius');
Writeln('======================================');
Writeln;
Write('Masukan Suhu dalam Farenheit: ');readln(f);
c:=5/9*(f-32);
Writeln;
Writeln('Jadi Suhu Dalam Celcius Adalah: ',c:4:2);
end;

procedure farein_reamur;
begin
Writeln('Program Konversi Fareinheit Ke Reamur');
Writeln('=====================================');
Writeln;
Write('Masukan Suhu dalam Farenheit: ');readln(f);
r:=4/9*(f-32);
Writeln;
Writeln('Jadi Suhu Dalam Reamur Adalah: ',r:4:2);
end;

procedure celcius_farein;
begin
Writeln('Program Konversi Celcius Ke Fareinheit');
Writeln('======================================');
Writeln;
Write('Masukan Suhu dalam Celcius: ');readln(c);
f:=(9/5)*c+32;
Writeln;
Writeln('Jadi Suhu Dalam Fareinheit Adalah: ',f:4:2);
end;

procedure celcius_reamur;
begin
Writeln('Program Konversi Celcius ke Reamur');
Writeln('==================================');
Writeln;
Write('Masukan Suhu dalam Celcius: ');readln(c);
r:=(4/5)*c;
Writeln;
Writeln('Jadi Suhu Dalam Reamur Adalah: ',r:4:2);
end;

procedure reamur_celcius;
begin
writeln('Program Konversi Reamur ke Celcius');
Writeln('==================================');
Writeln;
Write('Masukan Suhu dalam Reamur: ');readln(r);
c:=(5/4)*r;
Writeln;
Writeln('Jadi Suhu Dalam Celcius Adalah: ',c:4:2);
end;

procedure reamur_farein;
begin
writeln('Program Konversi Reamur ke Fareinheit');
Writeln('=====================================');
Writeln;
Write('Masukan Suhu dalam Reamur: ');readln(r);
f:= (9/4)*r+32;
Writeln;
Writeln('Jadi Suhu Dalam Fareinheit Adalah: ',f:4:2);
end;

begin
repeat
clrscr;
writeln ('Program konversi suhu');
writeln;
writeln ('1. fareinheit - celcius');
writeln ('2. fareinheit - reamur');
writeln ('3. celcius - reamur');
writeln ('4. celcius - fareinheit');
writeln ('5. reamur - celcius');
writeln ('6. reamur - farenheit');
writeln;
write ('pilih nomor konversi : '); read (a);
writeln;
case a of
'1' : farein_celcius;
'2' : farein_reamur;
'3' : celcius_reamur;
'4' : celcius_farein;
'5' : reamur_celcius;
'6' : reamur_farein;
else
writeln ('Nomor yang anda masukkan salah');
end;
Writeln;Writeln;
Write('Mau Coba Lagi [Y/T]: ');Readln(ul);
Until Upcase(ul) = 'Y';
End.
tinggalin coment ya...
Read More »

0 Kalkulator Sederhana

9/26/2011 06:05:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
uses crt;
var x,y,hasil:real;
jawab:char;
begin
write ('masukan angka ke-1:');readln (x);
write ('pilih operator: (+)/(-)/(*)/(/)');readln (jawab);
write ('masukan angka ke-2:');readln (y);
if ( jawab= '+') then
begin
hasil:= x+y
end;
if ( jawab = '-') then
begin
hasil:= x-y
end;
if ( jawab = '*') then
begin
hasil:= x*y
end;
if (jawab='/') then
begin
hasil:= x/y
end;
write ('hasilnya: ',(hasil):5:2);
end.
tinggalin coment ya...
Read More »

Friday, September 23, 2011

0 PENGANTAR TEKNIK KOMPILASI

9/23/2011 03:07:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
Bahasa pemrograman berdasarkan pada tingkat ketergantungan mesin :
1. Bahasa mesin
2. Bahasa assembly
3. Bahasa tingkat tinggi (user oriented) : Pascal, Basic
4. Bahasa yang problem oriented : SQL

Translator
Mengubah source code menjadi target/object code.
1. Assembler : source code adalah bahasa assembly.
2. Compiler : source code adalah bahasa tingkat tinggi (misal Pascal).
3. Interpreter : tidak membangkitkan object code, hasil translasi dalam bentuk internal (misal Basic, LISP).

Proses Kompilasi
Source Code -> Compiler -> Object Code -> Eksekusi Komputer (+Data) -> Hasil
Source code dan data diproses pada saat yang berbeda.
Compile time : saat source code diubah ke object code.
Run time : saat object code dieksekusi.

Proses Interpretasi
Source Code -> Interpreter (+Data) -> Hasil
Source code dan data diproses pada saat yang sama.

Model Kompilator
Sebuah kompilator memiliki dua fungsi :
1. Fungsi Analis : dekomposisi program sumber menjadi bagian-bagian dasarnya.
Source Code -> Lexical Analyzer : Scanner -> Syntactic Analyzer : Parser -> Semantic Analyzer : Intermediate Code Generator
2. Fungsi Sintesis : pembangkitan dan optimasi kode.
Code Generator -> Code Optimizer -> Object Code
Keterangan :
Scanner : memecah program sumber menjadi besaran leksik/token.
Parser : memeriksa urutan kemunculan token.
Analisis Semantik : biasanya digabungkan dengan intermediate code generator (bagian yang berfungsi membangkitkan kode antara).
Code Generator : membangkitkan kode objek.
Code Optimizer : memperkecil hasil dan mempercepat proses.
Tabel Simbol : menyimpan semua informasi yang berhubungan dengan kompilasi.

Model Kompilator seperti di atas disebut Multi Pass Compiler / Separate Compiler yaitu Scanner dan Parser bekerja terpisah. Scanner menghasilkan semua token, baru diproses oleh Parser.
Berbeda dengan One Pass Compiler dimana Scanner baru bekerja menghasilkan tiap token setelah mendapatkan perintah dari Parser.
Token : besaran pembangun bahasa/representasi dari besaran leksik.

Mutu Kompilator
1. Kecepatan dan waktu proses kompilasi.
Tergantung pada :
a. Penulisan algoritma kompilator, yaitu algoritma yang digunakan untuk menuliskan program kompilator tersebut.
b. Kompilator pengkompilasi, sebuah program khusus yang menghasilkan kompilator tersebut.
2. Mutu program objek : ukuran dan kecepatan eksekusi dari program objek.
Tergantung pada :
Fungsi translasi yang digunakan (cara untuk melakukan perubahan dari source code ke object code).
3. Integrated Environment, yaitu fasilitas-fasilitas terintegrasi yang dimiliki oleh kompilator tersebut. Misalnya untuk melakukan editing, debugging, maupun testing.

Pembuatan Kompilator
Dapat dilakukan dengan :
1. Bahasa mesin, kesulitan sangat tinggi.
2. Bahasa assembly, biasa digunakan sebagai tahap awal.
Keuntungan : object code berukuran kecil.
Kerugian : memerlukan usaha yang besar.
3. Bahasa tingkat tinggi lain pada mesin yang sama.
Keuntungan : pemrograman mudah.
Kerugian : program hasil.
4. Bahasa tingkat tinggi yang sama pada mesin yang berbeda.
5. Bootstrap (diperkenalkan oleh Wirth).
Ide : kita bisa membangun sesuatu yang besar dengan dimulai dari bagian intinya.

KONSEP DAN NOTASI BAHASA
Bahasa : himpunan semua string yang dapat dibentuk dari himpunan alphabet.
Klasifikasi bahasa menurut hirarki Chomsky :
- Bahasa Regular
Pada mesin otomata Finite State Automata (NFA dan DFA).
- Bahasa Bebas Konteks (Context Free)
Pada mesin otomata Push Down Automata.
- Context Sensitive
Bekerja pada mesin otomata Linier Bounded Automata.
- Unrestrieted / Tipe 0 / Phase Structure
Pada mesin turing, tidak ada batasan.

Diagram Status / State Transition Diagram
Berguna untuk mendapatkan token, yaitu melakukan analisis leksikal. Misal suatu bahasa memiliki himpunan simbol terminal/token berikut : (t_PLUS, t_MIN, t_ID, t_INT).
Maka diagram state-nya :
*t_ID(identifier) bisa berupa nama atau keyword.
Keyword/kata kunci yang sudah didefinisikan oleh suatu bahasa. Misal VAR jumlah : integer
maka VAR, integer adalah keyword, jumlah adalah nama.

Notasi BNF (Backus Naur Form)
Aturan-aturan produksi dapat dinyatakan dalam bentuk BNF.
< > mengapit non terminal.
{ } pengulangan 0 sampai n kali.
[ ] 0 atau 1 kali muncul.
( ) contoh x(yz) = xy | xz.
Contoh :
Aturan Produksi E -> T | T + E | T - E, T -> a
Notasi BNF E ::= | + | -

Diagram Sintaks
Membantu pembuatan parser/analisis sintaksis.
Kotak = variabel/nonterminal, bulat = terminal.

ANALISIS LEKSIKAL / SCANNER
Melakukan analisis leksikal, mengidentifikasikan semua besaran yang membangun suatu bahasa.
Tugas Scanner :
1. Merunut karakter demi karakter.
2. Mengenali besaran leksik.
3. Mentransformasi menjadi suatu token.
4. Mengirimkan token.
5. Membuang semua komentar dalam program.
6. Menangani kesalahan.
7. Menangani tabel simbol.

Scanner bekerja berdasarkan mesin Finite State Automata pada Regular Grammar. Untuk membantu mengkonstruksi Scanner dapat mempergunakan Diagram State.
Yang termasuk besaran pembangun bahasa/leksik :
1. Keywords : Begin, End, If, Else.
2. Nama
3. Nilai konstanta
4. Operator dan delimiter : +, -, *, /, ( ), :, ;, dsb.

ANALISIS SINTAKSIS / PARSER
- Top Down : dari root menuju leave (simbol awal sampai simbol terminal).
a. Backtrack : Brute Force
b. No backtrack : Recursive Descent Parser
- Bottom Up

Parsing dengan Brute Force
Contoh : bahasa dengan aturan produksi
S -> aAd | aB A -> b | c B -> ccd | ddc
untuk mem-parsing string 'accd' (dengan S simbol awal).
Kelemahan :
- Mencoba untuk semua aturan produksi yang ada sehingga menjadi lambat (rentang waktu eksekusi tidak jelas).
- Menyulitkan untuk melakukan pemulihan kesalahan.
- Memakan banyak memori karena perlu mencatat lokasi backtrack.
Grammar left recursive tidak dapat diperiksa, dan harus diubah dulu sehingga tidak left recursive.

Parsing dengan Recursive Descent Parser
Secara rekursif menurunkan semua variabel dari awal sampai bertemu terminal dan tidak pernah mengambil token secara mundur.
- Semua simbol variabel dijadikan prosedur/fungsi.
- Bertemu simbol terminal, panggil prosedur Scan.
- Bertemu simbol variabel, panggil prosedur tersebut.


tinggalin coment ya...
Read More »

Thursday, September 22, 2011

0 ETIKA PROFESI (SONNY KERAF)

9/22/2011 03:00:00 AM Under From Unknown
[0 Comment]
IKA PROFESI (DR. A. SONNY KERAF)

Etika Utilitarianisme dalam Bisnis
Teori atau aliran etika yang mempunyai relevansi yang sangat kuat untuk dunia bisnis, yaitu utilitarianisme
Jeremy Bentham (1748-1832) : bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi, dan legal secara moral

. Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Ada 3 kriteria objektif yang dapat dijadikan dasar objektif sekaligus norma untuk menilai suatu kebijaksanaan atau tindakan
1. Kriteria manfaat, yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu
2. Kriteria manfaat terbesar, yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar (atau dalam situasi tertentu lebih besar) dibandingkan dengan kebijaksanaan atau tindakan alternatif lainnya
3. Kriteria ketiga menyangkut pertanyaan mengenai manfaat terbesar untuk siapa, untuk saya atau kelompokku, atau juga untuk semua orang yang terkait, yang terpengaruh dan terkena oleh kebijaksanaan atau tindakan

Atas dasar ketiga kriteria tersebut, etika utilitarianisme mengajukan tiga pegangan :
1. Suatu kebijaksanaan atau tindakan adalah baik dan tepat secara moral jika dan hanya jika kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau keuntungan
2. Diantara berbagai kebijaksanaan atau tindakan yang sama baiknya, mempunyai manfaat terbesar adalah tindakan yang paling baik
3. Diantara kebijaksanaan atau tindakan yang sama-sama mendatangkan manfaat terbesar, kebijaksanaan atau tindakan yang mendatangkan manfaat terbesar bagi paling banyak orang adalah tindakan yang paling baik.


Prinsip Etika Bisnis
Prinsip otonomi
Adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
Prinsip kejujuran
Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
Prinsip keadilan
Menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle)
Menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
Prinsip integritas moral
Terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan/orang2nya maupun perusahaannya.

Budaya Kerja Korporasi
Budaya kerja korporasi adalah keseluruhan kepercayaan (beliefs) dan nilai-nilai (values) yang tumbuh dan berkembang dalam suatu organisasi, menjadi dasar cara berpikir, berperilaku dan bertindak dari seluruh insan organisasi, dan diturunkan dari satu generasi ke generasi.
Budaya kerja dapat di daya gunakan sebagai daya dorong yang efektif dalam mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi organisasi.

Etika Utilitarianisme dalam Bisnis
Teori atau aliran etika yang mempunyai relevansi yang sangat kuat untuk dunia bisnis, yaitu utilitarianisme
Jeremy Bentham (1748-1832) : bagaimana menilai baik buruknya suatu kebijaksanaan sosial politik, ekonomi, dan legal secara moral

. Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Ada 3 kriteria objektif yang dapat dijadikan dasar objektif sekaligus norma untuk menilai suatu kebijaksanaan atau tindakan
1. Kriteria manfaat, yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu
2. Kriteria manfaat terbesar, yaitu bahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar (atau dalam situasi tertentu lebih besar) dibandingkan dengan kebijaksanaan atau tindakan alternatif lainnya
3. Kriteria ketiga menyangkut pertanyaan mengenai manfaat terbesar untuk siapa, untuk saya atau kelompokku, atau juga untuk semua orang yang terkait, yang terpengaruh dan terkena oleh kebijaksanaan atau tindakan

Atas dasar ketiga kriteria tersebut, etika utilitarianisme mengajukan tiga pegangan :
1. Suatu kebijaksanaan atau tindakan adalah baik dan tepat secara moral jika dan hanya jika kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau keuntungan
2. Diantara berbagai kebijaksanaan atau tindakan yang sama baiknya, mempunyai manfaat terbesar adalah tindakan yang paling baik
3. Diantara kebijaksanaan atau tindakan yang sama-sama mendatangkan manfaat terbesar, kebijaksanaan atau tindakan yang mendatangkan manfaat terbesar bagi paling banyak orang adalah tindakan yang paling baik.


Prinsip Etika Bisnis
Prinsip otonomi
Adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
Prinsip kejujuran
Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
Prinsip keadilan
Menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle)
Menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
Prinsip integritas moral
Terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan/orang2nya maupun perusahaannya.

Budaya Kerja Korporasi
Budaya kerja korporasi adalah keseluruhan kepercayaan (beliefs) dan nilai-nilai (values) yang tumbuh dan berkembang dalam suatu organisasi, menjadi dasar cara berpikir, berperilaku dan bertindak dari seluruh insan organisasi, dan diturunkan dari satu generasi ke generasi.
Budaya kerja dapat di daya gunakan sebagai daya dorong yang efektif dalam mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi organisasi.
tinggalin coment ya...
Read More »