Friday, December 31, 2010

0 MENGENAL BAHASA C++

Date: Friday, December 31, 2010 12/31/2010 02:33:00 AM
Category:
Author: Deny Rudiansah
Share:
Responds: 0 Comment
tinggalin coment ya..
Perkembangan Bahasa C
Bahasa C++ merupakan pengembangan dari bahasa C yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970. Bahasa C untuk pertama kali ditulis oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie pada tahun 1972. Bahasa C, pada awalnya dioperasikan diatas sistem operasi UNIX
Bahasa C Merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yang berada di antara bahasa tingkat rendah dan bahasa tingkat tinggi yang biasa disebut dengan bahasa Assambly. Bahasa C mempunyai banyak kemampuan, di antaranya untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star, dan lain-lain. Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang kemudian dinamakan C with Classes, yang pada tahun 1983 berganti nama menjadi C++.
Mengenal IDE Borland C++
IDE merupakan singkatan dari Integreted Development Environment, merupakan lembar kerja terpadu untuk mengembangkan program.IDE dari Borland C++ dapat digunakan untuk :
  1. Menulis naskah program
  2. Mengompilasi program (compile)
  3. Melakukan pengujian terhadap program (debugging).
  4. Mengaitkan objek dan library ke program (linking).
  5. Menjalankan program (running).
Untuk mengaktifkan aplikasi Borland C++ ver5.02, Anda dapat menggunakan cara yaitu :
  1. Klik tombol start à pilih All Program à Borland C++ 5.02 à klik Borland C++
  2. IDE dari Borland C++ adalah seperti tampak pada gambar dibawah ini

IDE pada Borland C++ terbagi menjadi 4 (empat)bagian, yaitu :
  1. Menu Utama
Menu utama atau menu bar terdiri dari File, Edit, Search, Run, Compile, Debug, Project, Option, Window dan Help.
  1. Jendela Text Edit
Tempat untuk menetikkan dan membuat program. Jika yang pertama kali anda membuat program, maka nama file jendela editor adalah NONAME00.CPP.
  1. Jendela Message
Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada proses kompilasi dan link program.
  1. Baris Status
  2. Baris di mana ditampilkan keterangan-keterangan pada saat Anda mengaktifkan menu bar dan submenu.

Membuat File Editor
Langkah-langkahnya adalah :
  1. Klik Menu File
  2. Klik New
  3. Pilih dan klik Text Edit

Latihahan, Ketik Perintah-perintah yang terdapat pada Gambar di bawah ini
Menyimpan File Editor
Setelah selesai mengetikkan naskah , langkah selanjutnya adalah menyimpan dengan cara :
  1. Klik menu File à Save
  2. Tekan hotkey Ctrl _ KS

Sebagai latihan, buatlah folder kerja anda. Sebagai berikut :
  1. Klik ikon Up One Level sampai ke drice C:, atau klik combobox Look In kemudian pilih drive C:
  2. Klik ikon Create New Folder sehingga akan tampil New Folder.
  3. Tuliskan nama foldernya, LatihanCPP. Tekan tombol Enter.
  4. Kemudian tekan tombol enter lagi, sehingga Look In, menunjukkan Folder LatihanCPP.
  5. Tuliskan pada kotak isian file Name, dengan nama LAT-1. Tekan Enter atau klik tombol Open. Maka selanjutnya file anda telah tersimpan.

Menerjemahkan Program
Langkah yang anda ikuti adalah :
  1. Klik Menu Project
  2. Pilih dan klik Compile
  3. Atau dapat menekan Hotkey Alt+F9

Menjalankan Program
Dengan Langkah sebagai berikut :
  1. Klik Menu Debug
  2. Pilih dan klik Run
  3. Atau menekan Htkey Ctrl+F9
  4. Atau dengan Command Prompt
  5. Klik start à All Program à Accessories à Command Prompt
  6. Ketik dimana Nama File itu disimpat dalam folder dan dalam file.
  7. Klik nama file yang disimpan tadi seperti LAT-1 lalu enter

Membuka File Editor
Membuka atau memanggil file editor yang sudah pernah dibuat, dengan langkah sebagai berikut :
  1. Klik Menu File
  2. Open

Stuktur Program C++
Struktur program C++ sama seperti struktur program C dahulu. Struktur program terdiri sejumlah blok fungsi. Setiap blok fungsi terdiri dari satu atau beberapa pernyataan yang melaksanakan tugas tertentu.
Struktur Program
# include <file-include> Main ( )
{
            Pernyataan ;
            ………..
            ………..
}

Contoh :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main ()
{
      clrscr ();
      cout <<”Hallo Agus, welcome to Borland C++.\n”;
      getch ();
}

Output :






MENGENAL MODEL DATA, KONSTANTA, VARIABEL, PERINTAH MASUKAN DAN KELUARAN

Pengenalan Tipe Data
Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar
Tipe Data Ukuran Memori Jangkauan Nilai Jumlah Digit
Char 1 Byte -128 s.d 127
Int 2 Byte -32768 s.d 32767
Short 2 Byte -32768 s.d 32767
Long 4 Byte -2,147,435,648 s.d 2,147,435,647
Float 4 Byte 3.4 x 10-38 s.d 3.4 x 10+38 5 – 7
Double 8 Byte 1.7 x 10-308  s.d 1.7 x 10+308 15 – 16
Long Double 10 Byte 3.4 x 10-4932  s.d 1.1 x 10+4932 19

Tipe Data Tambahan
Unsigned digunakan bila data yang digunakan hanya data yang positif saja
Tipe Data Jumlah Memori Jangkauan Nilai
Unsigned Integer 2 Byte 0 – 65535
Unsigned Character 1 Byte 0 – 255
Unsigned Long Integer 4 Byte 0 – 4,294,967,295


Deklarasi Konstanta
Konstanta adalah suatu nilai yang sifatnya tetap. Secara garis besar konstanta dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu : 
  1. Konstanta Bilangan
Dalam hal ini konstanta bilangan dibagi menjadi tiga kelompok, antara lain;
  1. Konstanta Bilangan Bulat (Integer).
  2. Konstanta Desimal Berpresisi Tunggal ( Floating Point )
  3. Konstanta Desimal Berpresisi Ganda ( Double Precision )
  4. Konstanta Teks
Dalam hal ini konstanta Teks dibagi menjadi dua kelompok, antara lain;
  1. Data Karakter (Character).
  2. Data Teks (String)
Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const. Bentuk penulisannya :
const nama-konstanta = nilai konstanta;
contoh : const x = 89;
Deklarasi Variabel
Suatu tempat menampung data atau konstanta dimemori yang mempunyai nilai atau data yang dapat berubah-ubah selama proses program
Dalam pemberian nama variabel, mempunyai ketentuan-ketentuan antara lain ;
  • Tidak boleh ada sepasi ( cth : gaji bersih ) dan dapat menggunakan tanda garis bawah ( _ ) sebagai penghubung (cth : gaji_bersih).
  • Tidak boleh diawali oleh angka dan menggunakan operator aritmatika
Variabel, dibagi menjadi dua jenis kelompok, yaitu :
  1. Variabel Numerik
    1. Bilangan Bulat atau Integer
    2. Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point.
    3. Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision.
    4. Variabel Text
      1. Character ( Karakter Tunggal )
      2. String ( Untuk Rangkaian Karakter )
Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel, seperti : integer atau character dan nama variabel itu sendiri. Setiap kali pendeklarasian variabel harus diakhiri oleh tanda titik koma ( ; ).
TIPE VARIABEL SIMBOL DEKLARASI
Integer int
Floating Point float
Double Precision double
Karakter char
Unsigned Integer unsigned int
Unsigned Character unsigned char
Long Integer long int
Unsigned Long Integer unsigned long int

Bentuk penulisannya :
Tipe data  nama variabel;
Contoh Deklarasi
            char nama_mahasiswa;
      char grade;
      float rata_rata ;
      int nilai;
Contoh Deklarasi pada program      
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
  float rata_rata ;
  int nilai;
  char nama_mahasiswa;
  char grade;
    …
  …
}

Perintah Keluaran
Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++, diantaranya adalah :
  • printf()
Fungsi printf() merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan untuk menampilkan informasi kelayar.
Bentuk Penulisan
printf(“string-kontrol”, argumen-1, argumen-2, …);
TIPE DATA Penentu Format Untuk printf()
Integer %d
Floating Point
Bentuk Desimal %f
Bentuk Berpangkat %e
Bentuk Desimal dan Pangkat %g
Double Precision %lf
Character %c
String %s
Unsigned Integer %u
Long Integer %ld
Long Unsigned Integer %lu
Unsigned Hexadecimal Integer %x
Unsigned Octal Integer %o

Printf(“%c merupakan abjad yang ke – %d”,’b’,2);
Contoh Program :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
  int a = 7;
  char b = ‘G’;
  clrscr();
  printf(“%c Merupakan Abjad Yang Ke – %d”, b, a);
}
Escape Sequences
ESCAPE SEQUENCES PENGERTIAN
\b Backspace
\f Formfeed
\n Baris Baru
\r Carriage Return
\t Tab ( default = 8 karakter )
\’ Tanda kutip tunggal ( ‘ )
\” Tanda Kutip Ganda ( ” )
\\ Backslash
\xaa Kode ASCII dalam hexadecimal.(aa menunjukkan angka ASCII ybs )
\aaa Kode ASCII dalam octal. (aaa menunjukkan angka ASCII ybs )

  • puts()
Perintah puts() sebenarnya sama dengan printf(), yaitu digunakan untuk mencetak string ke layar. puts() berasal dari kata PUT STRING.
  • putchar()
Perintah putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar. Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris.
  • cout()
Fungsi cout() merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk menampilkan suatu data kelayar. Untuk menggunakan fungsi cout() ini, harus menyertakan file header iostream.h

Perintah Masukan
  • scanf()
Fungsi scanf() digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.
Bentuk Umum dari fungsi ini adalah :
TIPE DATA Penentu Format Untuk scanf()
Integer %d
Floating Point
Bentuk Desimal %e atau %f
Bentuk Berpangkat %e atau %f
Double Precision %lf
Character %c
String %s
Unsigned Integer %u
Long Integer %ld
Long Unsigned Integer %lu
Unsigned Hexadecimal Integer %x
Unsigned Octal Integer %o
  • gets()
Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data string, Bentuk umum dari fungsi ini adalah  gets(nama-variabel-array);
  • cin()
Fungsi cin() merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk memasukkan suatu data. Untuk menggunakan fungsi cin() ini, harus menyertakan file header iostream.h .
  • getch()
Fungsi getch() (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.
  • getche()
Fungsi getche() dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah conio.h.
Selain itu kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan agar tidak langsung balik kembali kedalam listing program dan hasil dari program yang di eksekusi dapat dilihat tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar harus menginputkan satu buah karakter.














OPERATOR PADA C++
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi, seperti penjumlahan, pengurangan dan lain-lain.

Operator Aritmatika
Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator Binary adalah :
Operator Keterangan Contoh
* Perkalian 4 * 5
/ Pembagian 8 / 2
% Sisa Pembagian 5 % 2
+ Penjumlahan 7 + 2
Pengurangan 6 − 2

Operator yang tergolong sebagai operator Unary, adalah :
Operator Keterangan Contoh
+ Tanda Plus −4
−  Tanda Minus +6

Operator Assignment
Sebelumnya kita telah mengenal operator pemberi nilai ( assignment operator ) yaitu tanda “ = “. Sebagai contoh penggunaan operator pemberi nilai :
      A = A + 1
Dari penulisan ekspresi diatas, Borland C++ dapat menyederhanakan menjadi :
     A += 1
A+ = 1 atau A – = 1 ; masih dapat disederhanakan menjadi A ++ atau A –
Notasi ++ atau — dapat diletakkan di depan atau di belakang variable.
Contoh A ++ atau ++ A / A — atau — A
Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti yang berbeda :
  1. Jika diletakkan di depan variable, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan, sedangkan
  2. Jika diletakkan di belakang variable, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel tadi akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan
Notasi “ += “ ini dikenal dengan operator majemuk. Ada beberapa operator pemberi nilai aritmatka diantaranya :
Operator Keterangan
*= Perkalian
/= Pembagian
%= Sisa Pembagian
+= Penjumlahan
-= Pengurangan

Operator Penambah dan Pengurang
Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai, Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang.
Operator Keterangan
++ Penambahan
Pengurangan

Operator Relasi
Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 2 (False).
Operator Keterangan
== Sama Dengan ( bukan pemberi nilai )
!= Tidak Sama dengan
Lebih Dari
Kurang Dari
>= Lebih Dari sama dengan
<= Kurang Dari sama dengan

Operator Logika
Operator Keterangan
&& Operator Logika AND
| | Operator Logika OR
! Operator Logika NOT

  • Operator Logika AND
Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap BENAR, bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR.
  • Operator Logika OR
Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap BENAR, bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH, maka akan bernilai SALAH.
  • Operator Logika NOT
Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH, begitu pula sebaliknya

Operator Bitwise
Operator Bitwise digunakan untuk  memanipulasi data dalam bentuk bit. Borland C++ menyedikan enam buah operator bitwise.
Operator Keterangan
~ Bitwise NOT
<<  Bitwise Shift Left
>>  Bitwise Shift Right
& Bitwise AND
^ Bitwise XOR
| Bitwise OR

  • Operator Bitwise << (Shift Left)
Operator Bitwise Shift Left digunakan untuk menggeser sejumlah bit kekiri.
  • Operator Bitwise >> (Shift Right)
Operator Bitwise Shift Right digunakan untuk menggeser sejumlah bit kanan.
  • Operator Bitwise & (And)
Operator Bitwise & ( And ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika semua operand yang digabungkan bernilai benar (1). Berikut anda dapat melihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand
  • Operator Bitwise | ( Or )
Operator Bitwise | ( Or ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar jika ada salah satu operand yang digabungkan ada yang bernilai benar (1). Berikut anda dapat melihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.
  • Operator Bitwise ^ ( eXclusive Or )
Operator Bitwise ^ ( XOr ) digunakan untuk membandingkan bit dari dua operand. Akan bernilai benar (1) jika dari dua bit yang dibadingkan hanya sebuah bernilai benar (1). Berikut anda dapat melihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.
  • Operator Bitwise ~ ( Not )
Operator Bitwise ~ ( Not ) digunakan membalik nilai bit dari suatu operand. Berikut anda dapat melihat ilustrasi untuk membandingkan bit dari 2 operand.
Contoh Operator dalam Program :
Contoh 1 :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <iomanip.h>
void main ( )
 {
Int a, b, c = 0, d = 0 ;
cout <<”Masukkan Nilai A : “; cin>>a;
cout <<”Masukkan Nilai B : “; cin>>b;
c = a % b;
d = a * b;
cout <<”Hasil dari C = A % B = “<<c<< endl ;
cout <<”Hasil dari D = A * B = “<<d<< endl;
   getch ( ) ;
}
Contoh 2 :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <iomanip.h>
void main ( )
 {
Int a = 10, b = 5 ;
printf(”Nilai A = %d”, a);
printf(”\nNilai ++A = %d”, ++a);
printf(”\nNilai A = %d”, a);
printf(”\n\nNilai B = %d”, b);
printf(”\nNilai — B = %d”, –b);
printf(”\nNilai B = %d”, b);
getch ( ) ;
}








FUNGSI
Function ( Fungsi ) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk melaksanakan tugas khusus. Pada intinya fungsi berguna untuk :
  • Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama.
  • Program menjadi terstruktur, sehingga mudah dipahami dan dikembangkan.
Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(), yang bersifat mutlak, karena fungsi ini program akan dimulai, sebagai contoh yang lainnya fungsi printf() yang mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya.

Struktur Fungsi
Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut :
nama_fungsi(argumen)
            {
                        … pernyataan / perintah;
                        … pernyataan / perintah;
                        … pernyataan / perintah;
            }
Contoh pembuatan fungsi sederhana :
/* pembuatan fungsi garis() */
garis()
{
printf(“\n———————-\n”);
}/
* program utama */
main()
{
clrscr();
garis();
cout<<“Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal”<<endl;;
garis();
getche();
}
Prototipe Fungsi
Prototipe fungsi digunakan untuk menjelaskan kepada kompiler mengenai :
  • Tipe keluaran fungsi.
  • Jumlah parameter.
  • Tipe dari masing-masing parameter.
Salah satu keuntungan pemakai prototipe, kompiler akan melakukan konversi antara tipe parameter dalam definisi dan parameter saat pemanggilan fungsi tidak sama atau akan menunjukkan kesalahan jika jumlah parameter dalam definisi dan saat pemanggilan berbeda.
Contoh prototipe fungsi :
float total ( float a, float b); (menggunakan titik koma)
Jika dalam penggunaan fungsi yang dideklarasikan dengan menggunakan prototipe, maka bentuk definisi harus diubah. Sebagai contoh pada pendefinisian berikut :
float total(a, b)
float a, y;
Bentuk pendefinisian diatas harus diubah menjadi bentuk modern pendefinisian fungsi :
float total(float a, float b) (Tidak menggunakan titik koma)
Parameter Fungsi
Terdapat dua macam para parameter fungsi, yaitu :
  1. Parameter formal adalah variabel yang ada pada daftar parameter dalam definisi fungsi.
  2. Parameter Aktual adalah variabel yang dipakai dalam pemanggilan fungsi.
Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual.
  1. Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value )
Pemanggilan dengan nilai merupakan cara yang dipakai untuk seluruh fungsi buatan yang telah dibahas didepan. Pada pemanggilan dengan nilai, nilai dari parameter aktual akan ditulis keparameter formal. Dengan cara ini nilai parameter aktual tidak bisa berubah, walaupun nilai parameter formal berubah. Contoh Program :
/* ———————— */
/* Penggunaan Call By Value */
/* Program Pertukaran Nilai */
/* ———————— */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
tukar(int x, int y);
main()
{
int a, b;
a = 88; b = 77;
clrscr();
cout<<”Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi”;
cout<<”\na = “<<a<<” b = “<<b;
tukar(a,b);
cout<<”\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi”;
cout<<”\na = “<<a<<” b = “<<b;
getch();
} tukar(int x, int y)
{
int z;
z = x; x = y; y = z;
cout<<”\n\nNilai di dalam Fungsi Tukar()”;
cout<<”\nx = “<<x<<” y = “<<y;
cout<<endl;
}
  1. Pemanggilan dengan Referensi (Call by Reference)
Pemanggilan dengan reference merupakan upaya untuk melewatkan alamat dari suatu variabel kedalam fungsi. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu variabel diluar fungsi dengan melaksanakan pengubahan dilakukan didalam fungsi. Contoh :
/* Penggunaan Call By Reference */
/* Program Pertukaran Nilai */
/* —————————- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
tukar(int *x, int *y);
main()
{
int a, b;
a = 88; b = 77;
clrscr();
cout<<”Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi”;
cout<<”\na = “<<a<<” b = “<<b;
tukar(&a,&b);
cout<<endl;
cout<<”\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi”;
cout<<”\na = “<<a<<” b = “<<b;
getch();
}
tukar(int *x, int *y)
{
int z;
z = *x; *x = *y; *y = z;
cout<<endl;
cout<<”\nNilai di Akhir Fungsi Tukar()”;
cout<<”\nx = “<<*x<<” y = “<<*y;
}
Pengiriman Data Ke Fungsi
  1. Pengiriman Data Konstanta Ke Fungsi
Mengirimkan suatu nilai data konstanta ke suatu fungsi yang lain dapat dilakukan dengan cara yang mudah, dapat dilihat dari program berikut :
/* Pengriman data Konstanta */
/* ———————— */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
luas(float sisi);
main()
{
float luas_bs;
clrscr();
luas_bs = luas(4.25);
cout<<”\nLuas Bujur Sangkar = “<<luas_bs;
getch();
} luas(float sisi)
{
return(sisi*sisi);
}
  1. Pengiriman Data Variabel Ke Fungsi
Bentuk pengiriman data Variabel, sama seperti halnya pengiriman suatu nilai data konstanta ke suatu fungsi, hanya saja nilai yang dikirimkan tersebut senantiasa dapat berubah-ubah. Bentuk pengiriman tersebut dapat dilihat dari program berikut:
/* ———————— */
/* Pengriman data Konstanta */
/* ———————— */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
luas(float sisi);
main()
{
float luas_bs, sisi_bs;
clrscr();
cout<<”\nMenghitung Luas Bujur Sangkar”<<endl;
cout<<”\nMasukan Nilai Sisi Bujur Sangkar : “;
cin>>sisi_bs;
luas_bs = luas(sisi_bs);
cout<<”\nLuas Bujur Sangkar = “<<luas_bs<<” Cm”;
getch();
} luas(float sisi)
{
return(sisi*sisi);
}
Pernyataan return().
Digunakan untuk mengirimkan nilai atau nilai dari suatu fungsi kepada fungsi yang lain yang memanggilnya. Pernyataan return() diikuti oleh argumen yang berupa nilai yang akan dikirimkan. Contoh pemakaian pernyataan return() dapatdilihat pada contoh berikut ;
/* ————————– */
/* Penggunaan Fungsi return() */
/* ————————– */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
tambah(int c); //prototype fungsi tambah
main()
{
int a, b = 5;
clrscr();
a = tambah(b);
cout<<”Nilai Setelah Pemanggilan Fungsi :”<<a;
getch();
} tambah(int c) //fungsi tambah
{
return(c+=2);
}
Inline Function
Fungsi inline ( inline function ) digunakan untuk mempercepat proses program, terutama program-program yang menggunakan sering menggunakan fungsi, terutama program-program yang menggunakan pernyataan perulangan proses seperti for, while dan do – while. Inline function dideklarasikan dengan menyisipkan kata kunci inline didepan tipe data.
/* ————————– */
/* Penggunaan inlide function */
/* ————————– */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
inline int hitung(int a, int b)
{
return(a * b);
}
main()
{
int k;
clrscr();
for(k = 1; k < 20; k++)
cout<< k <<”. “<<hitung(k, 2 * k) << endl;
getch();
}
Function Overloading
Function Overloading adalah mendefinisikan beberapa fungsi, sehingga memiliki nama yang sama. Dapat diartikan bahwa fungsi yang overload berarti menyediakan versi lain dari fungsi tersebut. Salah satu kelebihan dari C++ adalah Overloading. Sebagai contoh membentuk fungsi yang sama dengan tipe yang berbeda-beda dan dibuatkan pula nama fungsi yang berbedabeda pula.
/* ——————————- */
/* Penggunaan function overloading */
/* ——————————- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
int hitung(int b);
long hitung(long c);
float hitung(float d);
void main()
{
clrscr();
cout<<hitung(4)<<endl;
cout<<hitung(2)<<endl;
cout<<hitung(3)<<endl;
cout<<hitung(5)<<endl;
getch();
} int hitung(int b)
{
return(b*b);
} long hitung(long c)
{
return(c*c);
}
double hitung(double d)
{
return(d*d);
}
Fungsi Untuk Operasi String
Kompiler seperti Borland C++ maupun TURBO C++ menyediakan sejumlah fungsi yang berkaitan dengan operasi string, antara lain :
  1. Fungsi Manipulasi String
  2. Fungsi Konversi string
  • Menggabungkan string dengan strcat() :
//*Contoh untuk menunjukkan efek strcat()
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
Void main()
{
char st[128] = “satu dua”;
Clrscr();
Cout <<“Isi st semula : “<< st<< endl;
Strcat(st, “tiga empat lima”);
Cout <<“Isi st sekarang : “ << st << endl;
}
  • Menggabungkan dua buah string :
//*Contoh untuk menunjukkan penggunaan strcmp()
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
Void main()
{
char st[128] = “satu dua”;
Char cpp[ ] = “c++”; Clrscr();
Cout <<“Masukkan sembarang string “<< endl;
Cin.getline(st, sizeof (st));
Int hasil = strcmp(st, cpp);
If (hasil==0)
Cout <<st << “==“<<cpp<<endl;
Else if (hasil<0)
Cout <<st << “<“<<cpp<<endl;
Else
Cout <<st << “>“<<cpp<<endl;
}
  • Mengetahui Panjang String dengan strlen()
//* contoh strlen() untuk memperoleh panjang string
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
void main()
{
char bunga[15] = “mawar”;
char kosong[15] = “ “;
clrscr();
cout << strlen (bunga) << endl;
cout << strlen (kosong) << endl;
}
  • Mengkonversi ke huruf kecil dengan strlwr() & strupr()
//*Contoh untuk mengkonversi string ke huruf kecil atau sebalinya menggunakan strcat()
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
Void main()
{
char st[128] = “satu dua”;
Clrscr();
Cout <<“Isi st semula : “<< st<< endl;
Strcat(st, “tiga empat lima”);
Cout <<“Isi st sekarang : “ << st << endl;
}
  • Membalik string dengan strrev()
//* contoh pemakaian strrev() untuk membalikstring
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
void main()
{
char kompiler[ ] = “Borland C++”;
clrscr();
strrev(kompiler);
cout<< kompiler<<endl;
}
  • Contoh menyalin string dengan strcpy()
//* contoh pemakaian strrev() untuk membalikstring
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
void main()
{
char teks[ ] = “C++ ok”;
char data[25];
clrscr();
strcpy(data, teks);
cout<<”isi data : “<< data<<endl;
}

Konversi String ke Angka atau sebaliknya.
Untuk melakukan konversi dari suatu string ke bilangan, pemrograman dapat menggunakan sejumlah fungsi bawaan.
Fungsi-fungsi yang telah tersedia dapat dilihat pada table berikut :
Fungsi Prototipe Keterangan
atoi stdlib.h Mengkoversi string argument menjadi nilai bertipe INT
atof stdlib.h Mengkoversi string argument menjadi nilai bertipe FLOAT
atol stdlib.h Mengkoversi string argument menjadi nilai bertipe Long Int

Beberapa contoh hasil pengkonversian stringkebilangan :
atof(“+2.1E+02”)        è 210
atof(“+2”)                   è 2
atof(“2ABC”)                         è 2
atof(“ 20.1”)                è 20
atoi(“+2.1E+02”)        è 2
atoi“+2”)                     è 2
atoi(“2ABC”)              è 2
atoi(“ 20.1”)                è 20
atol(“+2.1E+02”)        è 2
atoll(“+2”)                   è 2
atoll(“2ABC”)             è 2
atol(“ 20000000”)       è 20000000
PENYELESAIAN KONDISI

Pernyataan IF
Pernyataan if mempunyai pengertian, “ Jika kondisi bernilai benar, maka perintah akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”.
Bentuk umum dari pernyataan if
if (kondisi)
pernyataan;

  • Pernyataan IF – ELSE
Pernyataan if -else mempunyai pengertian, “ Jika kondisi bernilai benar, maka perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan mengerjakan perintah-2”.
Bentuk umum dari pernyataan if
if (kondisi)
perintah-1;
else
perintah-2;
Jika if-else diikuti dengan pernyataan majemuk maka bentuk penulisannya sebagai berikut :
if (kondisi)
{
perintah-1;

}
else
{
perintah-2;

}

  • Pernyataan NESTED IF
Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya. Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah :
if(kondisi)
if(kondisi)
…perintah;
else
…perintah;
else
if(kondisi)
…perintah;
else
…perintah;


  • Pernyataan IF – ELSE Mejemuk
Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if, keuntungan penggunanan if-else bertingkat dibanding dengan nested if adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana
if(kondisi1)
{
..perintah;
..perintah;
}
else if(kondisi2)
{
..perintah;
..perintah;
}


else
{
..perintah;
..perintah;
}

Pernyataan switch – case
Pernyataan switch – case ini memiliki kegunaan sama seperti if – else bertingkat, tetapi penggunaannya untuk memeriksa data yang bertipe karakter atau integer. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut :
switch (ekspresi integer atau karakter )
{
case konstanta-1 :
… perintah;
… perintah;
break;
case konstanta-2 :
… perintah;
… perintah;
break;
……
……
default :
… perintah;
… perintah;
}

Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. Jika pernyataan ini tidak ada, maka program akan diteruskan kecabang – cabang yang lainnya.
Contoh program penyelesaian kondisi :
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
char kode;
clrscr();
cout<<”Masukkan Kode Barang [A..C]
: “;
cin>>kode
switch(kode)
{
case ‘A’ :
case ‘a’ :
cout<<”Alat Olah Raga”;
break;
case ‘B’ :
case ‘b’ :
cout<<”Alat Elelktronik”;
break;
case ‘C’ :
case ‘c’ :
cout<<”Alat Masak”;
break;
default:
cout<<”Anda Salah Memasukan kode”;
break;
}
getch();


 PROSES PERULANGAN

Pernyataan for
Perulangan yang pertama adalah for. Bentuk umum pernyataan for sebagai berikut :
for(inisialisasi;syarat pengulangan;pengubah nilai pencacah )
Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan tersebut harus diletakan
didalam tanda kurung.
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
{
pernyataan / perintah;
pernyataan / perintah;
pernyataan / perintah;
}
Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah :
  • Inisialisasi : merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabel-variabel tertentu.
  • Syarat Pengulangan : memegang control terhadap pengulangan, karena bagian ini yang akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan.
  • Pengubah Nilai Pencacah : mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah.
Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik, sebagai berikut :
/* ————————— */
/* Program for – bilangan naik */
/* ————————— */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
int a;
clrscr();
for(a = 1; a <= 10; ++a)
cout<<a;
}
Pernyataan nested – for
Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan for yang lainnya. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut :
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
{
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah)
{
pernyataan / perintah;
}
}
Didalam penggunaan nested-for, perulangan yang didalam terlebih dahulu dihitung hingga selesai, kemudian perulangan yang diluar diselesaikan.
/*—————————*/
/* Program for – Nested for */
/* ————————- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int a, b;
clrscr();
for(a = 1; a <= 5; a++)
{
cout<<endl;
for(b = a; b <= 5; b++)
cout<<a;
}
}
Perulangan Tidak Berhingga
Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah berhenti atau mengulang terus, hal ini sering terjadi disebabkan adanya kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop.
Sebagai contoh, jika penulisan perintah sebagai berikut :
/* ————————- */
/* Program for Tdk Berhingga */
/* ————————- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int bil;
clrscr();
for (bil = 60; bil >=10; bil++)
cout<< bil;
}
Jika terjadi hal semacam ini, untuk menghentikan proses yang terus menerus semacam ini denan
menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL – BREAK.
Pernyataan goto
Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi program kepernyataan yang diawali dengan suatu label. Label merupakan suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ). Bentuk pemakaian goto sebagai berikut :
goto label;

Contoh Penggunaan goto, dapat dilihat pada program berikut :
/* —————————— */
/* Program dengan pernyataan goto */
/* —————————— */
#include<iostream.h>
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int a, b;
char lagi;
atas:
clrscr();
cout<<”Masukkan Bilangan = “;
cin>>a;
b = a % 2;
cout<<”Nilai a % 2 adalah = “,a, b);
cout<<“Ingin Hitung Lagi [Y/T] : “);
lagi = getche() ;
if (lagi == ‘Y’ || lagi == ‘y’)
goto atas;
getch();
}
Pernyataan While
Bentuk umum perulangan while, dengan lebih dari perintah / pernyataan, sebagai berikut :
while ( syarat )
{
Pernyataan / perintah ;
}

Contoh Program
/* ——————- */
/* Program while.cpp */
/* ——————- */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int bil=1;
clrscr();
while(bil<=10)
{
cout<<bil;
++bil;
}
}
Pernyataan do – while
Pernyataan perulangan do – while merupakan bentuk perulangan yang melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan dilakukan dibelakang.
Bentuk umum perulangan do – while, sebagai berikut :
do
Pernyataan / perintah ;
while ( syarat )
Bentuk umum perulangan do – while, dengan lebih dari perintah / pernyataan, sebagai berikut :
do
{
Pernyataan / perintah ;
}
while ( syarat )

Contoh Program :
/* —————— */
/* Program do – while */
/* —————— */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int bil=2;
clrscr();
do
{
cout<<bil;
bil+=2;
}
while(bil<=10);
}
Pernyataan break
Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan switch. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch. Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for, while dan do-while ). Jika pernyataan break dikerjakan, maka eksekusi akan dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan perulangan ( loop ).
Do While dengan break :
/* ——————————- */
/* Program do – while dengan break */
/* ——————————- */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int bil = 1;
clrscr();
do
{
if (bil >= 6)
break;
cout<<bil;
}
while(bil++);
}
For dengan Break
/* —————————– */
/* Perulangan FOR dengan break; */
/* —————————– */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int bil=1;
clrscr();
while (bil <= 10)
{
if (bil > 5)
break;
cout << bil<<endl;
bil++
}
}
Pernyataan continue
Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi (proses) berikutnya pada loop yang sama, dengan kata lain mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi, tanpa menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut.
/* —————————– */
/* Perulangan FOR dengan continue */
/* —————————– */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int bil;
clrscr();
for(bil=1; bil<=10; ++bil)
{
cout << bil <<endl;
continue;
cout<< “Apa saya muncul?“<<endl;
}
}
VARIABEL ARRAY

Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah adalah Tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponenkomponen yang mempunyai tipe yang sama. Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Banyaknya komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Variabel array dalam C++, dapat digolongkan menjadi tiga buah dimensi :
  1. Array Berdimensi Satu.
  2. Array Berdimensi Dua
  3. Array Berdimensi Tiga.

Array Berdimensi Satu
Cara mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya, hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data yang disediakan.
Bentuk umum pendeklarasian array :
Tipe-Data Nama_Variabel[Ukuran]
Keterangan :
  • Type Data : Untuk menyatakan type datayang digunakan.
  • Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array.
Contoh Pendeklarasian Array
float Nil_Akhir[6];
float è type data, Nil_Akhir è elemen array, [6] èJumlah elemen Array
Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotak-kotak kecil didalam kotak panjang tersebut.
Subscript atau Index array pada C++, selalu dimulai dari Nol ( 0 )
Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk :
Nama_Array[Subscript/Index]
Contoh :
Nil_Akhir[3];
Nil_Akhir[1];
Nil_Akhir[0];

Inisialisasi Array Dimensi Satu
Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut :
Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array };
Contoah Program :
/* —————————- */
/* Program Array Satu Dimensi */
/* —————————- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
main()
{
int i;
char nama[5][20];
float nilai1[5];
float nilai2[5];
float hasil[5];
clrscr();
for(i=1;i<=2;i++)
{
cout<<”Data Ke – “<<i<<endl;
cout<<”Nama Siswa : “;
gets(nama[i]);
cout<<”Nilai Teori : “;
cin>>nilai1[i];
cout<<”Nilai Praktek : “;
cin>>nilai2[i];
hasil[i] = (nilai1[i] * 0.40)+
(nilai2[i] * 0.60);
cout<<endl;
}
cout<<”——————————————”;
cout<<”——-”<<endl;
cout<<”No. Nama Siswa Nilai Nilai “;
cout<<”Hasil”<<endl;
cout<<” Mid Tes FInal “;
cout<<”Ujian”<<endl;
cout<<”——————————————”;
cout<<”——-”<<endl;
for(i=1;i<=2;i++)
{
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i;
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(20)<<nama[i];
cout<<setprecision(2)<<” “<<nilai1[i];
cout<<setprecision(2)<<” “<<nilai2[i];
cout<<setprecision(2)<<” “<<hasil[i]<<endl;
}
cout<<”————————-
—————–”;
cout<<”——-”<<endl;
getch();
}









Array Berdimensi Dua
Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom, dimana indeks pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. Array dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan, pendataan nilai dan lain sebagainya.
Bentuk Umum pendeklarasian array :
Tipe-Data Nama_Variabel[index-1][Index-2]
Keterangan :
  • Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan.
  • Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris
  • Index-2 : Untuk menyatakan jumlah kolom
Inisialisasi Array Dimensi Dua
Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Bentuk pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut :
Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array };
Contoh Pendeklarasian Array
Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah pengolahan data penjualan, berikut dapat anda lihat pada tabel berikut :
Jenis Barang Tahun
2001 2002 2003
Printer 150 159 230
Keyboard 100 125 150
Monitor 210 125 156

Jika anda lihat dari tabel diatas maka dapat dituliskan kedalam array dimensi dua berikut :
int data_jual[3][3];
Keterangan :
[3] Jumlah Kolom, [3] Jumlah Baris, data_jual : Nama Array, int : Tipe data elemen array
Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk :
Nama_Array[Index-1][Index-2]
Contoh Program :
/* —————- */
/* Array Dimensi 2 */
/* —————- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
main()
{
int i, j;
int data_jual[4][4];
clrscr();
for(i=1;i<=3;i++)
{
for(j=1;j<=3;j++)
{
cout<<”Data Ke – “<<i<<” “<<j<<endl;
cout<<”Jumlah Penjulan : “;
cin>>data_jual[i][j];
}
}
cout<<”Data Penjualan Pertahun”<<endl;
cout<<”———————–”<<endl;
cout<<”NO 2001 2002 2003″<<endl;
cout<<”———————–”<<endl;
for(i=1;i<=3;i++)
{
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i;
for(j=1;j<=3;j++)
{
cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4);
cout<<data_jual[i][j];
cout<<” “;
}
cout<<endl;
}
cout<<”———————–”<<endl;
getch();
}
LATIHAN-LATIHAN
Latihan 1
Soal :
Buat program menghitung suhu dan volume dengan data input Nama, NIM, Jurusan, Alamat, No HP, Email, Suhu (dalam Celcius), Panjang, Lebar, Tinggi, Jari-jari serta Alas, dan output Suhu (dalam satuan Kelvin, Reamur, Fahrenhit) serta Volume (Balok, Bola, Kerucut)
Jawaban :
#include <iostream.h>
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
char nama[30], nim[9], jur[3], alamat[50], hp[15], email[30];
float c, k, r, f, p, l, t, j, a, vbalok, vbola, vkerucut;
printf(“PROGRAM MENGHITUNG SUHU DAN VOLUME Oleh : \n”);
printf(“\nNama   : “);
gets(nama);
printf(“NIM                    : “);
gets(nim);
printf(“Jurusan: “);
gets(jur);
printf(“Alamat    : “);
gets(alamat);
printf(“No Hp     : “);
gets(hp);
printf(“Email      : “);
gets(email) ;
cout << “\nMasukkan suhu dalam derajat Celcius            = “;
cin >> c;
k = c+273.15;
r = c*0.8;
f = (c*1.8)+32;
cout << “\nMaka luas suhu dalam derajat Kelvin              = ” << k
<< endl;
cout << “Maka luas suhu dalam derajat Reamur              = ” << r
<< endl;
cout << “Maka luas suhu dalam derajat Fahrenheit = ” << f
<< endl;
cout << “\nMasukkan panjang    = “;
cin >> p;
cout << “Masukkan lebar                        = “;
cin >> l;
cout << “Masukkan tinggi           = “;
cin >> t;
cout << “Masukkan jari-jari= “;
cin >> j;
cout << “Masukkan alas             = “;
cin >> a;
vbalok = p*l*t;
cout << “\nMaka volume Balok   = ” << vbalok
<< endl;
vbola = (4/3)*3.14*(j*j*j);
cout << “Maka volume bola                   = ” << vbola
<< endl;
vkerucut = 0.3*3.14*(j*j)*t;
cout << “Maka volume kerucut   = ” << vkerucut
<< endl;
printf(“\n –Terima kasih Anda Telah Menggunakan Program Ini–”);
getch();
}

Output Program :
Latihan 2
Soal :
Buat program kalkulator untuk menghitung data input X dan Y, untuk menghasilkan perhitungan X x Y, X / Y, X + Y, X – Y, Akar X dan akar Y, serta Kuadrat X dan kuadrat Y
Jawab :
#include <iostream.h>
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <math.h>
main()
{
char nama[30], nim[9], jur[3], alamat[50], hp[15], email[30];
float x, y, kali, bagi, tambah, kurang, akarx, akary, kuadratx, kuadraty;
printf(“PROGRAM KALKULATOR Oleh : \n”);
printf(“\nNama   : “);
gets(nama);
printf(“NIM                    : “);
gets(nim);
printf(“Jurusan: “);
gets(jur);
printf(“Alamat    : “);
gets(alamat);
printf(“No Hp     : “);
gets(hp);
printf(“Email      : “);
gets(email) ;
cout << “\nMasukan X = “;
cin >> x;
cout << “Masukan Y = “;
cin >> y;
kali = x*y;
cout << “\nMaka X x Y = ” << kali
<< endl;
bagi = x/y;
cout << “Maka X / Y = ” << bagi
<< endl;
tambah = x+y;
cout << “Maka X + Y = ” << tambah
<< endl;
kurang = x-y;
cout << “Maka X – Y = ” << kurang
<< endl;
akarx = sqrt(x);
akary = sqrt(y);
cout << “Maka akar X dan akar Y = ” << akarx << ” dan ” << akary
<< endl;
kuadratx = x*x;
kuadraty = y*y;
cout << “Maka kuadrat X dan kuadrat Y = ” << kuadratx << ” dan ” << kuadraty
<< endl;
printf(“\n –Terima kasih Anda Telah Menggunakan Program Ini–”);
getch();
}
Output Program
Latihann 3
Soal :
Buat program untuk menghitung nilai mahasiswa dengan data input Nama, NIM, Jurusan, Nilai UTS (bobot 30%), Nilai UAS (bobot 40%), Nilai Absensi (bobot 10%), serta Nilai Tugas (bobot 20%), dengan output masing-masing nilai sesuai bobotnya serta nilai akhir.
Jawab :
#include <iostream.h>
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <math.h>
main()
{
char nama[30], nim[9], jur[3];
float uts, uas, absensi, tugas, nuts, nuas, nabsensi, ntugas, nakhir;
printf(“PROGRAM MENGHITUNG NILAI MAHASISWA \n”);
printf(“\nNama   : “);
gets(nama);
printf(“NIM                    : “);
gets(nim);
printf(“Jurusan: “);
gets(jur);
cout << “\nMasukan nilai UTS = “;
cin >> uts;
cout << “Masukan nilai UAS = “;
cin >> uas;
cout << “Masukan nilai Absensi = “;
cin >> absensi;
cout << “Masukan nilai Tugas = “;
cin >> tugas;
nuts = uts*0.3;
cout << “\nMaka Nilai UTS dari 30% adalah          = ” << nuts
<< endl;
nuas = uas*0.4;
cout << “Maka Nilai UAS dari 40% adalah                       = ” << nuas
<< endl;
nabsensi = absensi*0.2;
cout << “Maka Nilai Absensi dari 10% adalah      = ” << nabsensi
<< endl;
ntugas = tugas*0.1;
cout << “Maka Nilai Tugas dari 20% adalah                     = ” << ntugas
<< endl;
nakhir = nuts+nuas+nabsensi+ntugas;
cout << “\nJadi, Mahasiswa yang bernama ” << nama << ” mendapatkan nilai ” << nakhir
<< endl;
getch();
}
Output Program

Latihann 4
Soal :
Buatlah program untuk menghitung nilai numerik A, B, C, K, L, M. menggunakan menu pilihan (a…e), dengan ketentuan sebagai berikut :
Jika pilihan a untuk menghitung A*8<=6*M+B;
Jika pilihan b untuk menghitung K+10>A&&L-4>8*C;
Jika pilihan c untuk menghitung (4+2*B-C)/A;
Jika pilihan d untuk menghitung (A-4)*C/2+10;
Jika pilihan e untuk menghitung (K-L*M/2-10)-2*10/6
Jawab
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<iomanip.h>
void main()
{
            char pil;
            int A,B,C,K,L,M,hasila,hasilb,hasilc,hasild,hasile;
            cout<<”——————————–”<<endl;
            cout<<”PROGRAM MENGHITUNG NILAI NUMERIK”<<endl;
            cout<<”——————————–”<<endl;
            cout<<” “<<endl;
            cout<<” Masukkan Pilihan Anda (a…e): “,cin>>pil;
            A=6;
            B=12;
            C=4;
            K=10;
            L=4;
            M=6;
            switch(pil)
             {
             case ‘a’:
                        cout<<” Pilihan Anda a. A*8<=6*M+B “<<endl;
                         cout<<” “<<endl;
                        hasila=A*8<=6*M+B;
                        cout<<” Hasilnya adalah = “<<hasila<<” “<<endl;
            break;
            case ‘b’:
                        cout<<” Pilihan Anda b. K+10>A&&L-4>8*C = “<<endl;
                        cout<<” “<<endl;
                        hasilb=K+10>A&&L-4>8*C;
                        cout<<” Hasilnya adalah = “<<hasilb<<endl;
            break;
            case ‘c’:
                        cout<<” Pilihan Anda c. D=(4+2*B-C)/A “<<endl;
                        cout<<” “<<endl;
                        hasilc=(4+2*B-C)/A;
                        cout<<” Hasilnya adalah = “<<hasilc<<endl;
            break;
            case ‘d’:
                        cout<<” Pilihan Anda d. D=(A-4)*C/2+10 “<<endl;
                        cout<<” “<<endl;
                        hasild=(A-4)*C/2+10;
                        cout<<” Hasilnya adalah = “<<hasild<<endl;
            break;
            case ‘e’:
                        cout<<” Pilihan Anda d. D=(K-L*M/2-10)-2*10/6 “<<endl;
                        cout<<” “<<endl;
                        hasile=(K-L*M/2-10)-2*10/6;
                        cout<<” Hasilnya adalah = “<<hasile<<endl;
            break;
            default:
            cout<<” Anda belum memilih ! “<<endl;
            }
getche();
}

Output Program
Latihan 5
Soal :
Buatlah program untuk membuat aneka perhitungan yang menggunakan menu dengan ketentuan tiap menu sebagai berikut :
  1. Menu A untuk Menghitung Suhu, dengan data input Derajat Fahrenheit dan output Derajat Celcius, Reamur serta Kelvin
  2. Menu B untuk Menghitung Luas, dengan data input Alas, Tinggi, Panjang, Lebar, Jari-jari serta Sisi, dan output Luas Segitiga, Persegi, Lingkaran, Jajaran Genjang serta Trapesium.
  3. Menu C untuk Menghitung Volume, dengan data input Alas, Tinggi, Panjang, Lebar serta Jari-jari, dan output Volume Balok, Bola serta Kerucut.
  4. Menu D untuk Menghitung Keliling, dengan data input Panjang, Lebar, Tinggi, Jari-jari serta Alas, dengan output yang diinginkan berupa Keliling Persegi Panjang serta Keliling Bola.
  5. Menu E untuk Menghitung Mata Uang, dengan data input Jumlah Uang dalam Dinar, Dollar, Yen serta Euro, dan output hasil konversi seluruh mata uang tersebut kedalam Rupiah.
Jawaban :
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<iomanip.h>
void line();
void main()
{
            char pil;
            float F;
            float phi_1=0.8;
            float phi_2=1.8;
            float phi_3=3.14;
            float phi_4=1.3333333;
            float phi_5=0.3333333;
float alas, tinggi, panjang, lebar, jari, sisi, dollar,dinar,yen,euro, DollartoRp, DinartoRp, YentoRp, EurotoRp;
float KBola,KPersegi,Persegi,Segitiga,Lingkaran,Jajaran,Trapesium,Balok,Bola,Kerucut, Celcius,Kelvin,Reamur;
            cout<<” SELAMAT DATANG Dl ANEKA PROGRAM MENGHITUNG “<<endl;
            line();
            cout<<” “<<endl;
            cout<<”  A. Program Menghitung Suhu     “<<endl;
            cout<<”  B. Program Menghitung Luas     “<<endl;
            cout<<”  C. Program Menghitung Volume   “<<endl;
            cout<<”  D. Program Menghitung Keliling “<<endl;
            cout<<”  E. Program Menghitung Mata Uang”<<endl;
            cout<<” “<<endl;
            cout<<” Masukan Pilihan Anda (A…E): “,cin>>pil;
            switch(pil)
            {
            case ‘A’:
                        cout<<” Pilihan Anda A. Program Menghitung Suhu “<<endl;
                        cout<<” “<<endl;
                        cout<<” Masukkan derajat Fahrenheit = “,cin>>F;
                        cout<<” “<<endl;
                        Celcius=(F-32)/phi_2;
                         Kelvin=( F-32)/phi_2+273.15;
                         Reamur=(F-32)/2.25;
                        cout<<” Maka suhu derajat Celcius  = “<<Celcius<<endl;
                        cout<<” Maka suhu derajat Reamur   = “<<Reamur<<endl;
                        cout<<” Maka suhu derajat Kelvin   = “<<Kelvin<<endl;
break;
case ‘B’:
                        cout<<” Pilihan Anda B. Program Menghitung Luas “<<endl;
                        cout<<” “<<endl;
                        cout<<” Masukkan alas     = “,cin>>alas;
                        cout<<” Masukkan tinggi   = “,cin>>tinggi;
                        cout<<” Masukkan panjang  = “,cin>>panjang;
                        cout<<” Masukkan lebar    = “,cin>>lebar;
                        cout<<” Masukkan jari-jari = “,cin>>jari;
                        cout<<” Masukkan sisi     = “,cin>>sisi;
                        cout<<” “<<endl;
                        Segitiga=(alas*tinggi)/2;
                        Persegi=panjang*lebar;
                        Lingkaran=phi_3*jari;
                        Jajaran=alas*tinggi;
                        Trapesium=(2*sisi)/2*tinggi;
                        cout<<” Maka Luas Segitiga       = “<<Segitiga<<endl;
cout<<” Maka Luas Persegi        = “<<Persegi<<endl;
            cout<<” Maka Luas Lingkaran      = “<<Lingkaran<<endl;
                        cout<<” Maka Luas Jajaran Genjang = “<<Jajaran<<endl;
                        cout<<” Maka Luas Trapesium      = “<<Trapesium<<endl;
break;
case ‘C’:
                        cout<<” Pilihan Anda C. Program Menghitung Volume “<<endl;
                        cout<<” “<<endl;
                        cout<<” Masukkan alas     = “,cin>>alas;
                        cout<<” Masukkan tinggi   = “,cin>>tinggi;
                        cout<<” Masukkan panjang  = “,cin>>panjang;
                        cout<<” Masukkan lebar    = “,cin>>lebar;
                        cout<<” Masukkan jari-jari = “,cin>>jari;
                        cout<<” “<<endl;
                        Balok=2*(panjang*lebar);
                        Bola=phi_3*phi_4*((jari*jari)*jari);
                        Kerucut=phi_3*phi_5*(jari*jari)*tinggi;
cout<<” Maka Volume Balok = “<<Balok<<endl;
cout<<” Maka Volume Bola   = “<<Bola<<endl;
cout<<” Maka Volume Kerucut = “<<Kerucut<<endl;
break;
case ‘D’:
                        cout<<” Pilihan Anda D. Program Menghitung Keliling “<<endl;
                        cout<<” “<<endl;
                        cout<<” Masukkan panjang  = “,cin>>panjang;
                        cout<<” Masukkan lebar    = “,cin>>lebar;
                        cout<<” Masukkan tinggi = “,cin>>tinggi;
            cout<<” Masukkan jari-jari = “,cin>>jari;
            cout<<” Masukkan alas = “,cin>>alas;
            cout<<” “<<endl;
                        KPersegi=(panjang*lebar)*2;
                        KBola=(2*phi_1)*jari;
                        cout<<” Maka Kelilihg Pesegi Panjang = “<<KPersegi<<endl;
                        cout<<” Maka Keliling Bola         = “<<KBola<<endl;
break;
case ‘E’:
                        cout<<” Pilihan Anda E. Program Menghitung Mata Uang “<<endl;
                        cout<<” “<<endl;
                        cout<<” Masukkan Dinar = “,cin>>dinar;
                        cout<<” Masukkan Dollar = “,cin>>dollar;
                        cout<<” Masukkan Yen   = “,cin>>yen;
                        cout<<” Masukkan Euro = “,cin>>euro;
                        cout<<” “<<endl;
                        DinartoRp=(dinar*5)*9500;
                        DollartoRp=dollar*9500;
                        EurotoRp=(euro*2)*9500;
                        YentoRp=(yen*9500)/4;
            cout<<” Maka “<<dinar;
            cout<<” Dinar = “<<DinartoRp<<” Rupiah “<<endl;
            cout<<” Maka “<<dollar;
            cout<<” Dollar = “<<DollartoRp<<” Rupiah “<<endl;
            cout<<” Maka “<<yen;
            cout<<” Yen   = “<<YentoRp<<” Rupiah “<<endl;
            cout<<” Maka “<<euro;
            cout<<” Euro  = “<<EurotoRp<<” Rupiah “<<endl;
break;
default:
            cout<<” Pilihan Anda salah ! “<<endl;
}
getche();
}
void line()
{
int i;
            for(i=0;i<80;i++)
            cout<<”=”;
      cout<<endl;
}
Output Program
Latihan 6
Soal :
Buatlah program dengan menggunakan Array untuk menghitung nilai akhir mahasiswa. Setiap mahasiswa di input data Nama, NIM, Jurusan, Nilai Tugas, Nilai UTS, Nilai UAS, proses input diulang untuk seluruh mahasiswa. Jika proses penginputan selesai, maka cetak daftar nilai mahasiswa berikut Nilai akhirnya.
Jawab :
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<iomanip.h>
void line();
void main()
{
int i, Tugas[5],UTS[5],UAS[5],NilaiAkhir[5];
long int NIM[8];
char NamaMahasiswa[30][30],Jurusan[20][20];
for(i=1;i<=5;i++)
            {
            cout<<” “<<endl;
            cout<<setw(55)<<” PROGRAM MENGHITUNG NILAI AKHIR “<<endl;
            cout<<setw(48)<<”         MAHASISWA ISTA “<<endl;
            cout<<setw(52)<<”  MATA KULIAH PEMROGRAMAN C++ “<<endl;
            cout<<” “<<endl;
            line();
            cout<<setiosflags(ios::right);
            cout<<” “<<endl;
            cout<<” Mahasiswa ke- “<<i<<endl;
            cout<<” Masukkan Nama Mahasiswa      : “;gets(NamaMahasiswa[i]);
            cout<<” Masukkan NIM                          : “;cin>>NIM[i];
            cout<<” Masukkan Jurusan       : “;gets(Jurusan[i]);
            cout<<” Masukkan Nilai Tugas   : “;cin>>Tugas[i];
            cout<<” Masukkan Nilai UTS                  : “;cin>>UTS[i];
            cout<<” Masukkan Nilai UAS                  : “;cin>>UAS[i];
            NilaiAkhir[i]=Tugas[i]+UTS[i]+UAS[i];
            cout<<endl;
            }
cout<<” Output : “<<endl<<endl;
cout<<setw(54)<<”    DAFTAR NILAI MAHASISWA “<<endl;
cout<<setw(56)<<” MATA KULIAH : PEMROGRAMAN C++ “<<endl;
cout<<endl;
line();
cout<<setiosflags(ios::right);
cout<<setw(5)<<”No. Nama Mahasiswa      NIM       Tugas UTS   UAS   Nilai Akhir”<<endl;
line();
for(i=1;i<=5;i++)
            {
            cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i;
            cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(20)<<NamaMahasiswa[i];
            cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(10)<<NIM[i];
            cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(6)<<Tugas[i];
            cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(6)<<UTS[i];
            cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(6)<<UAS[i];
            cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(66)<<NilaiAkhir[i];
            cout<<endl;
            }
{
line();
cout<<setiosflags(ios::right);
getch();
}
}
void line()
{
int i;
for(i=1;i<80;i++)
cout<<’=';
cout<<endl;
}
SELESAI

Artikel Terkait :



Post a Comment